07 5 / 2012

"We are not defined by how hard we fall.
So dust yourself off &
Stand Tall."

Logic (via missrachelellenx)

Permalink 1 note

07 5 / 2012

double-u-two:

Have you ever read something that killed you inside? Like a text message or someone’s status. Everything was going fine until you accidentally came across something you didn’t want to read. Or found out something you were better off not knowing. It’s almost as if it was posted just to purposely hurt you. But you constantly read it over and over again to torture yourself. It sucks how one little thing can ruin your whole day.

(Source: julianadia.blogspot.com)

Permalink 1 note

06 5 / 2012

nishnira:

there are times when u got everything seems so impossible.

once upon a time, u believed that nothing’s impossible in this life. even most of people do. but i realize this time, the believing is gone. i’ve been trying hard to struggling to get that hard thing by working hard. learn something…

Permalink 1 note

30 3 / 2012

"It took me nearly a year to get here. It wasn’t so hard to cross that street after all, it all depends on who’s waiting for you on the other side."

My Blueberry Nights (via thresca)

(via a-thousand-words)

Permalink 3,390 notes

30 3 / 2012

(Source: leilockheart, via leilockheart)

Permalink 26,783 notes

20 3 / 2012

Windu

Gadis kecil itu mengusap air matanya, lagi, ini yang ke tiga kalinya dalam dua hari terakhir ia menangis. Matanya sembab, ujung hidungnya memerah, dan bulir-bulir air asin masih setia menetes kontinyu dari bola mata kecokelatannya. Namanya Windu—si tegar. Nyonya panti asuhan Pelita memberi ia nama demikian, tanpa alasan, namun tidak demikian adanya. Ibunya dahulu seorang pesinden tenar di daerah X, menemukan seorang laki-laki tampan yang katanya siap menikahinya setelah mempunyai satu anak. Takut mandul—ah klise, pikiran laki-laki zaman sekarang, malangnya terjadi dalam kehidupan si gadis kecil.

“Kenapa tidak ada yang menjemputku?”


Satu kali, dua kali, seribu kali kalimat itu kembali membuat bibirnya bergetar, matanya memerah dan tumpah kembalilah bulir yang ia coba tahan.

Ia kembali terisak, tidak sedikitpun membiarkan nyonya pemilik panti berhasil menyeka air matanya. Di dalam hatinya sakit, perih. Ia punya, tapi tak punya, ia tahu dia bisa, tapi tidak bisa. Dia tahu di luar sana dia memiliki orang tua, seorang ayah dan ibu, yang akan membelikannya apapun sesuai keinginan. 

Tapi Windu tetap saja Windu, seorang anak panti asuhan. 

19 3 / 2012

Motivasi dari seorang teman

Gilang Rizesa: nih ya ee

Gilang Rizesa: prinsip kalo kau pengen sesuatu

Gilang Rizesa: fokus ke diri sendiri

muthiarani_ap: hmm 

Gilang Rizesa: gak usah mikirin orang lain

muthiarani_ap: *masukinotak*

muthiarani_ap: dak usah pikirin orang laen?

Gilang Rizesa: untuk apo kau mikiri cara orang laen

Gilang Rizesa: ngabisi energi bae

Gilang Rizesa: fokus ke persiapan diri sendiri

Gilang Rizesa: doa ke Allah

Gilang Rizesa: kalo emang jalan kau pasti dapet ya

Gilang Rizesa: walaupun memperebutkan satu kursi

muthiarani_ap: walaupun memperebutkan satu kursi :-?

Gilang Rizesa: hal2 cak itu dak usahlah dipikiri, nian lah haha.. # prinsip keluarga sih haha

muthiarani_ap: bener..

Gilang Rizesa: selagi masih ada satu kursi untuk diperjuangkan

Salah satu teman yang tidak habis-habisnya waktu untuk diajak membahas masa depan :) glad to know you, bro

18 3 / 2012

"I postpone death by living, by suffering, by error, by risking, by giving, by losing."

Anais Nin (via girlwithoutwings)

:’) yes, we all do it

(via a-thousand-words)

Permalink 108 notes

18 3 / 2012


leilockheart
So coool, aaaaa loved the detail!

leilockheart

So coool, aaaaa loved the detail!

(Source: otakulei, via leilockheart)

Permalink 623 notes

17 3 / 2012

Anger?

Jadi orang lain yang kita kehendakin pasti sangat menyenangkan. Bisa ngatur posisi, sikap, keadaan, well, apapun.

Ketika saya benci ini, saya tingga menjadi itu.

Ketika saya ingin lari dari ini, maka saya tinggal berlari ke tempat lain.

Easy rite? Tapi manusia bukan chara yang bisa diubah-ubah seenak hati. Yang jalan ceritanya bisa dibuat dan ditentukan sendiri. Ada yang mengatakan pada saya kalau sebelum kita dilahirkan, kita membuat janji pada Tuhan. Menyetujui sebuah kontrak, sudah mengetahui akan jadi apa kita di kehidupan ini, dan dengan senang hati meng-iya-kan dan bersedia menjalani apapun yang sudah digariskan Tuhan (meskipun entah baik-buruk-mengenaskan-menyedihkan)

Coba aja masih inget sampai sekarang ya, bisa protes, bisa menghapus yang tidak mengenakan dan mengambil yang enak aja.

….

Tingkat kesetresan saya sudah 80% dan bakalan meledak sebentar lagi, saya bisa apa sekarang? Berpikir rasional dan menghadapi masa depan? 

… harusnya gitu kan ya? But i cant.